Profil

Selasa, 13 Maret 2012

Syaoran

Lagi kangen sama temenku yang satu ini. Temen yang dengan susah payah mengerti keadaanku dan dengan terpaksa selalu menerima apa pun cacian candaan tawa tangis yang keluar dari mulutku. Teman yang paling bisa ngerti bagaimana aku. hahaha...

Udah gede belum kamu ya? Apa masih di dalem akuarium? Apa kamu kesepian waktu ditinggal mati sakura? Apa orang rumah masih suka nguras akuarium tempat kamu tinggal?
Kangen waktu pertama kali mindahin kamu dari rumah yang kecil ke akuarium. Kangen waktu kamu gigit telunjuk aku sampe bedarah teruss aku jitak kepala kamu, eh kamu ngamuk -_________-
Kangen sekian hujan yang kita lalui bareng-bareng dengan segala curhatan aku, di kebun belakang. Tempat khusus yang dibuat arsitek untuk kita. Untuk kita berkeluh kesah.

Kamu yang selalu setia denger aku nangis sampai serak. Ngeliatin aku dengan iba. Seakan tau, ada yang benar-benar mengganjal di hati aku. Aku kangen kamu, Syao. Kamu yang selalu males mandi. Yang selalu semangat kalo aku ajak berjemur. Kamu yang pernah hilang dan aku nemu kamu di bawah tempat tidur aku. Hihi... Kamu nggak betah tidur sendiri? Kamu kangen sakura?

Tapi kamu jangan susul dia ya? Aku masih butuh kamu untuk dengerin semuaaaaaaaaaa omong kosong aku. Hahahaha... Syaoran, kapan aku pulang ya? Kamu udah segede apa :')


*Syaoran :p

Sabtu, 10 Maret 2012

Rainbow


Pada perjumpaan tak terbilang
Kita wakili wangi matahari
Kita sentuh alur gerimis
Kita, jadi pelangi lagi :)

Puisi Terakhir Soe Hok Gie

-->
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.


Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa.
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.
Dan yang tersial adalah berumur tua.
Berbahagialah mereka yang mati muda.
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.
Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

Selasa, 11 November 1969

Jumat, 09 Maret 2012

Lihat. Dengar. Rasakan.

-->
Berbicara tentang cinta, aku jadi sedikit ingin berpanjang lebar.


Cinta, sejatinya tak pernah berhak untuk dipersalahkan. Karena hal yang lebih penting dari itu adalah kita, manusia-manusia yang tak becus merawat dan memelihara cinta. Cinta tak pernah membencimu. Pun siapa-siapa yang mengerjai dan menyakiti. Lalu mempermasalahkan cinta sebagai sesuatu yang paling anjing dalam kamus hidupnya, dalam status facebooknya.

Kalaupun iya yang kau dapat dari cinta adalah kesakitan luar biasa yang tiada akhirnya, aku jawab: belum. Cinta punya waktu yang tepat dan indah untuk datang. Untuk benar-benar tertanam dalam hatimu, dan hati orang yang kau kasihi. Cinta memberimu waktu untuk bersiap menjadi seseorang yang akan memeliharanya menjadi sesuatu yang tak ternilai. Karena cinta tak dapat diukur seberapa besarnya, seberapa ingin kau semai dalam bilik hati seseorang.

Cinta lebih tahu dalam hatimu, karena itu tak dapat dipaksakan. Cinta membantumu mengalir sebagai air. Pun bila terantuk derit bebatuan, cinta membolehkanmu menjadi udara yang dihembuskan dunia. Kamu tersangkut duri ranting, cinta mengajakmu menjadi daunan yang tertangkap riuh senja. Pun kau menyerah pada tuah tanah, cinta memberimu kesempatan untuk menjadi cahaya. Memberikan kehangatan bagi dia yang ingin kau bahagiakan.

Aku juga punya cinta. Engkau, kamu, dia, mereka, kita semua. Cinta ada dimanapun. Dalam jarak, dalam ruang, dalam berlama-lama waktu. Langit, dunia, dan apa pun. Bahkan dalam lirik lagu yang patah hati. Karena untuk membenci seseorang pun kamu butuh cinta. Tapi cinta tak pernah membencimu, sekali lagi. Ia hanya belum memberimu kesempatan.

Kamu bahkan tidak pernah tahu. Pada siapa cintamu akan tertancap. Oleh siapa cintamu akan terpental. Saudara jauh, orang yang baru pertama kali mengenalmu, ataupun sahabatmu sendiri. Tidak ada yang salah dengan itu. Cinta tak pernah mempermasalahkan itu. Karena cinta, sejatinya tak pernah mengenal arah. Ia hanya punya satu tujuan: kebahagiaan. Jadi, berbahagialah kamu yang bisa memelihara cinta, sampai akhir :)

*Membalas pesan seorang kawan.
Semoga cinta dan kamu bisa saling mengenal lebih jauh. Sampai waktunya tiba, lihat bagaimana cinta menjaga hatimu sampai orang yang benar-benar tepat, dengar bagaimana cinta merengkuhmu dengan nada-nada yang sulit dimengerti logika, dan rasakan bagaimana ia mengalir dalam kasih yang malu-malu :)

Rabu, 29 Februari 2012

Yesterday!

Satu kata untuk hari Selasa kemarin: Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! (ga penting)

Kemaren aku terhuyung-huyung ikut kuliah anorganik tanpa ngerti apa pun. Dilanjutkan dengan praktikum yang juga bikin aku tambah pusing setengah mateng :3

Gilaaaa capenyaaaa. Masalah juga nggak berenti-berenti dateng. Yaudah deh itu kemaren aku bener-bener drop banget. Kesenggol dikit langsung rubuh kayaknya. Hahaah..

Eh bener aja kan. Magrib-magrib aku pingsan di kampus. Digotong ke post satpam daaaan jadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang *malunyaaaa. Tapi kakiku emang udah nggak sanggup lagi buat nopang badan. Lemes banget. Cuma makan sekali *nyari mati emang hahah.

Padahal nih ya, sebelumnya temenku duluan yang pingsan gara-gara asma. Semua yang lewat jadi sibuk nolongin temenku yang emang udah menghawatirkan. u,u Eh taunya aku juga ikut rubuh. Ya Tuhan.

Pusing, kedinginan, kecapean, maag, alergi, dan lemes dalam satu waktu. Satpam Fapet pada panik hahah pake ditawarin dianter sama mobil patroli. OGAH BANGET. Nggak lucu ke kostan naik mobil patroli ntar tetangga nyangkanya aku ketangkep razia -_____________-

Sampe kostan aku tepar. Udah nggak inget yang namanya tugas analitik, apalagi raker PKO. Paginya aku sasah ngerjain tugas. Emang yah sakit itu nggak enak. Semua jadi banyak yang terbengkalai.

Dulu aku ppingsan di deket pangkalan ojeg -___-, sekarang di deket post satpam -___-, semoga ntar-ntar nggak lagi ya. Hahah amin :3

Sabtu, 25 Februari 2012

Ide: Ada Dimana Saja

Memenuhi permintaan seorang teman. Aku bermaksud untuk menjumpai ide yang lama lari. Tapi aku menemukan sebuah ketidakpastian akan ide. Yang pasti hanyalah: agaknya 'ide' masih kabur dari pandangan hati dan pikiran.

Menulis itu... cuma memindahkan isi kepala, disalurkan ke tangan, disadari indera, dan dirasakan oleh hati. Itu sih intinya. Tapi kalau memang kepala sedang benar-benar kosong, mau bagaimana?

-->Ide itu mahalnya memang luar biasa. Memang luar biasa mahalnya ide itu. Dibolak-balik pun tetap saja ide itu mahal. Datang sendiri, tiba-tiba, dengan cara yang tidak diduga. Kadang berwujud cerita, inspirasi, motivasi, konflik, bahkan musibah tak terkira. Punya dunia pun belum tentu ide bisa dibeli. Karna ide itu memang luar biasa mahalnya. Dibolak-balik pun... Ah rasanya dunia makin sempit saja.

-->Telingaku sibuk menangkap suara pembicara yang sayup karna perbedaan ruang, telingaku yang lain sibuk menerjemahkan petikan gitar Depapepe, berharap ada secuil informasi tentang apa-itu-ide dan bagaimana aku bisa merencanakannya menjadi sesuatu yang brilian, sesuatu yang lebih dari sekedar mahal. Aih, bahkan Depapepe pun sulit menerangkan puluhan melodi yang dibuat mengalir begitu saja tanpa diminta. 

Semakin siang, matahari semakin membusungkan dadanya. Dan aku ciut sendirian di koridor Departemen Kimia sambil menggigit bibir. Putus asa karna otakku tersumbat ganjalan kebuntuan.

Semakin dipikirkan, ide semakin jauh entah kemana. Di depanku cuma ada berpuluh kepingan genting-genting atap ruang kuliah B3D yang (sepertinya) panas. Menguapkan bulir air bening bekas hujan semalam. Dan tiba-tiba aku teringat jemuran basahku di pagar kostan Wisma Kamila. Penantianku akan pakaian kering akan berakhir sore ini.

Sudaaaaaaaaaahhhhhhhh.... Semakin memikirkan hal lain aku semakin buntu dan ngelantur. Agaknya ide belum dapat aku raih hari ini. Emang ide itu lebih enak ditunggu kalau lagi hujan. Tapi aku juga punya jemuran basah. Jadi? Kebutuhan akan ide dan kebutuhan hidup berseberangan. Menyedihkan.

"Jangan pikirkan apa yang akan kamu tulis, tapi tulislah apa yang kamu pikirkan. Itu lebih akan memunculkan inspirasi untuk menulis."

Tiba-tiba kutipan itu hadir dan memberikan sebuah kesan bahwa aku juga bisa menemukan ide dalam tulisan, dalam gambar, kata-kata, tingkah laku, fenomena alam, suara-suara yang diperdengarkan, lingkungan dan banyak.

Yap, ide itu ada dimana saja :)


2012, Koridor KIMIA, habis ngisi acara Imasika :)