Profil

Sabtu, 09 Juni 2012

Autumn


Teduh, rapuh, tapi mewarnai setiap masa yang sempat hilang.

Kamu, seperti musim yang tertutup daunan.
Seperti senja yang tertangkap tangkai-tangkai keemasan.
Kamu berlari dalam kesunyian dan gugur pada puncak batuan.

Kamu, daun pertama yang dihembuskan musim.
Dan jatuh pada kedalaman hati.


***meditria2012

Hari Masih Hujan

-->
Hari masih hujan waktu langit sedikit keemasan
Berlanjut sampai terbitnya bintang dalam selimut yang tertutup
Surga dipenuhi jemari sungai yang ruah memenuhi angkasa
Jatuh ke talas dan atap rumah, dan memukul sampah yang terkatung

Hari masih hujan waktu aku sendiri merangkai kecemasan
Dalam pengap petak dinding yang dingin
Tergeletak bangkai mimpi yang dipungut bulan setengah
Tersamar lekuk awan, kabel-kabel listrik dan toko furnitur di ujung jalan

Hari masih hujan waktu kamu coba bertanya pada kenyataan
Ditangkap gerimis yang berderai lalu diungsikan ke langit abu-abu
Pintu-pintu berderit tak pernah menerangkan apa-apa
Daunan dan batuan samar rupanya, seperti kenyataan dan kamu

Hari masih hujan waktu kita diam dalam kebusukan kata-kata
Semakin deras, sayang. Semakin deras, sayang. Semakin deras.


Bogor, 2 Juni 2012
Mungkin hujan tak pernah mengenal kita, pada kenyataannya...

Minggu, 27 Mei 2012

Skyscraper


Skies are crying
I am watching
Catching teardrops in my hands
Only silence as it's ending, like we never had a chance
Do you have to, make me feel like there is nothing left of me?

You can take everything I have
You can break everything I am

Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground

Like a skyscraper!
Like a skyscraper!


***Demi Lovato

Rabu, 23 Mei 2012

Kamis, 10 Mei 2012

Barangkali

Barangkali hujan tidak pernah benar-benar tau
Ada dari kita yang terpagut habis sedikit demi sedikit
Tanpa tersentuh, kita tidak punya belas kasihan

Dalam berlama-lama waktu kita menanamkan  apa yang kita bisa
Juga berapa yang kita bakar sendiri, kemudian memagut sisanya
Peluh, kesah, dan segala yang tertangkap wajah

Kita perlu mereka-reka, barangkali senja juga tidak pernah tau
Waktu sore menangkap bias kecemasan, diantara kita
Berpendar kemudian, kita mengulur waktu yang sebentar lagi berlalu

Sama-sama menghitung tingginya langit
Kita bahkan terlupa tentang hujan yang singgah di kota terang
Waktu malam juga terlupa, kita hanya diam dalam kurungan

Terlalu banyak masa yang hilang, kita tak hendak berbuat apa-apa
Kita meranggas bersama kemarau, lalu meluruh bersama gerimis
Kita cuma diam dalam kurungan yang kita buat sendiri

Mimpi masih jauh
Masing-masing dari kita berhenti bahkan belum benar-benar bergerak
Kita semakin jauh, tanpa menanamkan kembali apa yang kita sebut kebahagiaan
Dan berapa yang akan kita bakar sendiri kemudian



Mei, 2012
Tanpa muara, tanpa batas. Kusulam rindu pada alpa yang tertanam waktu...

Senin, 23 April 2012