Profil

Rabu, 23 Mei 2012

Kamis, 10 Mei 2012

Barangkali

Barangkali hujan tidak pernah benar-benar tau
Ada dari kita yang terpagut habis sedikit demi sedikit
Tanpa tersentuh, kita tidak punya belas kasihan

Dalam berlama-lama waktu kita menanamkan  apa yang kita bisa
Juga berapa yang kita bakar sendiri, kemudian memagut sisanya
Peluh, kesah, dan segala yang tertangkap wajah

Kita perlu mereka-reka, barangkali senja juga tidak pernah tau
Waktu sore menangkap bias kecemasan, diantara kita
Berpendar kemudian, kita mengulur waktu yang sebentar lagi berlalu

Sama-sama menghitung tingginya langit
Kita bahkan terlupa tentang hujan yang singgah di kota terang
Waktu malam juga terlupa, kita hanya diam dalam kurungan

Terlalu banyak masa yang hilang, kita tak hendak berbuat apa-apa
Kita meranggas bersama kemarau, lalu meluruh bersama gerimis
Kita cuma diam dalam kurungan yang kita buat sendiri

Mimpi masih jauh
Masing-masing dari kita berhenti bahkan belum benar-benar bergerak
Kita semakin jauh, tanpa menanamkan kembali apa yang kita sebut kebahagiaan
Dan berapa yang akan kita bakar sendiri kemudian



Mei, 2012
Tanpa muara, tanpa batas. Kusulam rindu pada alpa yang tertanam waktu...

Senin, 23 April 2012

Jumat, 13 April 2012

Heheh :p

Yah, walaupun masakanku nggak seenak cah kangkungnya Oemah Sambal, atau Ayam rica-ricanya Mulya Sari, atau Ayam bakarnya Warung ujung, atau lainnya. Tapi makasih banget udah mau makan masakan aku yang masih amburadul. Hahaha..

Seneng waktu kamu bilang "ini enak" dan mudah-mudahan jujur (haha). Atau bilang "besok masak lagi ya". Hahaha aku berasa jadi ada gunanya (zzz) :p

Makasih ya abam :*

***

Senin, 02 April 2012

You Can

Tell me I'm not on my own
Tell me I won't be alone
Tell me what I'm feeling isn't some mistake
'Cause if anyone can make me fall in love
You can :)


***David_A

Senin, 19 Maret 2012

SPIRIT, Akustik, Kamu.

Tadi malam puncaknya. Meriah, sangat meriah.
Menunggu giliran di sudut yang lain, dengan perasaan tak menentu. Rasanya seperti berangsur-angsur terjangkit flu berat. Kepala berat. Nafas berat.
Terlebih karena kamu, di sudut yang lainnya. Menatap, entah apa yang dipikirkan. Melihat, entah mau berkata apa. Aku cuma berharap kamu mau memberiku semangat. Meski dari sudut sana.

Perasaan ini semakin menggebu. Sudah penampilan kelima. Sebentar lagi, semua hasil latihan ditentukan sebentar lagi.
Aku tak pakai kaca mata malam itu. Jadi aku tak bisa melihatmu dengan jelas. Aku hanya tau kau berada di sudut sana. Di sana.

Jadilah, aku dan empat rekan akustik lainnya maju dengan semangat dan doa yang memenuhi kerongkongan. Aku tercekat, euforianya memang luar biasa. Dan akan kuberikan yang terbaik untuk semua yang mendukung. Untuk kamu.

Aku bernyanyi untuk kamu. Bagaimana pun kamu berpikir tentang apa yang kulakukan ini salah atau kurang benar. Aku melakukannya untuk kamu. Bagaimana pun kita tertatih menatap hari-hari yang kacau. Aku mau kamu tau bahwa aku hanya bernyanyi untuk kamu. Dan kamu mendukungku sepenuhnya. Dengan ikhlas dan tanpa paksaan.

Sebab aku bukan orang yang serba bisa. Bukan orang yang bisa membuatmu benar-benar bangga. Jadi aku mau bernyanyi saja untuk kamu. Untuk kita :)



*Thanks to Bambang Burhanuddin, buat semangat dan kesabarannya :)


SPIRIT FMIPA 2012***