Profil

Minggu, 18 Desember 2011

Sadness

Apa yang dibutuhkan saat ini? Kepedulian? Kepekaan? Sulit rasanya, teramat sulit. Sesuatu yang indah diungsikan hujan terasa semakin dingin. Menyentuh jemari lalu hilang. Poof!

Apa yang dibutuhkan saat ini? Santun? Kata-kata yang manis? Lalu gerimis memecahnya menjadi seribu kepalsuan? Haha! Aku telah berubah menjadi majenun kembali.


Apa yang salah dari setiap langkah yang kupijak? Hey! Pelangi tak lagi memantul di sudut matamu...

***

Kamis, 15 Desember 2011

Para Pencari Wifi

Hahahaha!!!! Sumpek banget hari ini, akhirnya nyasar-nyasar sampe MIPA (berasa bukan anak Mipa -,-) berburu Wifi, abisnya di Fapet bikin puasa batal saking keselnya (padahal lagi gak puasa -__________-). tadinya mau ngumpulin formulir BEM doang terus pulang eh eh eh pengennya ketemu tapi gak dibales gitu smsnya jadi terlunta-lunta -,-

Laptop mati, akhirnya muter muter nyari colokan. Niatnya mau minta slide Kimia Organik eh eh taunya wifinya kenceng banget jadi blogging deh zzzz... Keren gila wifi-an di tengah-tengah kebon jamu daaaan nyamuknya segede nyamuk -,- TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK!!!! Nyamuknya segede VAMPIR!

Sama temen wifian yang laptopnya sama-sama lowbat dan akhirnya berbagi charger-an padahal laptopnya beda merk... -_____________-

Coba wifi-nya Fapet kenceng ya, nggak cuma kebuka Login IPB terus koneksi keputus gitu aja. Padahal mau konek aja nunggunya sampe ditinggal solat dulu, ditinggal makan dulu haha. Sakit hati kan jadinya hahaha

Well, sambil nunggu ujan reda kita perang sama nyamuk!! :p

Minggu, 11 Desember 2011

Our Words :)

-->
"biar kutulis lagi
ada ragu tuk menyapa
biarlah kusapa saja dinginnya malam
semilir anginnya berbisik lirih...
jangan ganggu penghuni surga 

kini malah resah balik bertanya..
tak ada yang bisa kukatakan,
tak ada kata tuk menjawab
dan
tak mungkin untuk kutanya ulang

haruskan kutulis di langit biru...
atau kusebar lewat butiran hujan...
tidak,,,,,,,,
karena semua itu sudah kubisikan
kesemua bilik hati
kau rasa?"

*DedeYuldus2010

"Tak ada ragu, kukumpulkan semua kasih yang terbilang
tak ada resah, kuturut semua cinta yang terbisikan
lalu kusampaikan kembali padamu, Ayah.
Kau rasa?"

*Meditria2011


 The greatest gift I ever had
Came from God;
I call him Dad!
    -- Anonymous

I love you

I just wanna say:


***

Selasa, 06 Desember 2011

Di Komplek Taman

Di komplek taman , kau duduk sendiri di papan ayunan , menimang-nimang hujan di pelupuk matamu . ada getir yang mengalir di tiap titik-titiknya . kau merekatkan pakaian musim dingin yang kau kenakan . kau penuhi saku bajumu dengan jemari tangan yang kian beku . hujan tak pernah mau berhenti menjejali setiap pori-pori tubuhmu dengan kesedihan . jemu . membeku . setiap desir angin adalah tragedi masa lalu . tragedi mimpi yang kuyu , atau sebatang kayu bersimbah darah , atau cinta yang tanggal satu demi satu dari tangkainya . kau berteriak dan hujan meredamnya . getir . desir . kau beranjak , berjalan menuju pengap hujan di kejauhan , got-got telah tenggelam oleh sulur-sulur kebisuan . tak seorang pun ada di situ , pada saat itu . dan bunga-bunga liar luruh pada puncak batuan . kau terus berjalan melewati onggokan puing-puing berbau busuk . dulu , puing-puing itu menyemai indahnya pendar cahaya .

aha ! sepatumu menginjak kubangan , di mana sebuah kerinduan terpantul di sana . menyayat paru-parumu yang rapuh .

rindu , rindu , rindu .

dalam kerinduan kau terus menyusuri jalanan lengang . kau lihat pancuran , kau lihat burung gereja , kau lihat pohon cemara , kau lihat lantai-lantai pualam . semuanya terbuat dari abu dan debu . kau lihat bangku taman : jangan duduk di sana . ada sisa-sisa keputusasaan di masa lalu .

hujan memukul-mukul tubuhmu . sesaat kau tahan rasa sakit yang terlalu , kau terjatuh dekat lampu taman yang redup . hingga dedaun gugur penuhi atas jasadmu ...

akh , rindu .. rindu .. rindu ..

Hujan

Ada noktah noktah kecil pagi ini: di bawah jendelamu yang berembun. Dan kau belum juga datang dari mimpi yang beku, dalam bangsal pikiranmu yang berdebu. Sekian hujan kau tuang dalam buku saku merah marun:



"Hujan selalu mengetuk mimpiku saat pagi, menyampaikan sekian perasaan lewat bias pelangi, atau mengutuk malamku dalam kesendirian dan kerinduan akan mimpi yang belum juga mencair".

Begitu berbeda setiap kalinya, kau akan sangat merindukan baris-baris kemarau saat hujan mulai menghempas tubuhmu pada titik nadir atau jauh lebih dalam lagi. Namun hujan kerap kali memapahmu pada mimpi-mimpi indah tentang pelangi: saat para ulat menggerogotinya, dan warna warna itu terpeta pada sayap kupu-kupu pagi.

"Aku suka pelangi".

Saat terpantul pada kubangan sehabis hujan, dan bergoyang waktu kau sentuh dengan jemari: riak airnya pecah pada tepian: bening. Matamu menyipit, hujan memaksamu untuk terjaga dari mimpi yang masih beku, tak ada pelangi yang bercerita di depan jendelamu, bahkan menggantung di atas atapmu.

Pagi yang penat, saat kerinduan terpantul di kaca jendela, atau pinggirannya yang sehitam eboni. Mimpimu belum juga mencair, dan kabut mulai mencari pojok pohonan untuk menanggalkan dinginnya embun.

Kau genggam buku sakumu:

"Aku tahu, suatu saat mimpiku akan mencair. Agar aku bisa berlayar di atasnya, dan kemudian perahunya akan sampai padamu, membawa kerinduan yang amat terlalu..."

***


Ayo, Ketawa!

Lagi buka yahoo. ada artikel ini:

Tak Selamanya Tertawa menyehatkan, bagi Penderita Chiari Bisa Sebabkan Kematian


REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHAMPTON - Carolyn Gibbons (23 tahun) menderita sakit yang cukup langka. Sejak bulan Maret lahun lalu, ia mengalami malformasi otak. Guru muda ini mengalami gangguan neurologis. Dokter memperingatkan ia bisa mati jika tertawa terlalu keras. Tertawa dengan keras bisa mendorong otaknya keluar dari tengkorak.

Ia divonis mengalami kondisi yang disebut Chiari malformasi, yang berarti bagian bawah otaknya terlalu besar. Hal ini dapat memblokir aliran cairan ke kepalanya melalui kanal tulang belakang. Gerakan tubuh yang menghentak seperti tertawa dapat meningkatkan resiko kematian mendadak.

Carolyn awalnya berpikir kondisi yang dialaminya tak terlalu berbahaya. "Saya pikir obat bisa mengendalikan sakit saya. Tapi gejala yang semakin buruk membuat saya sadar ternyata otak saya lebih besar dari tengkorak," ujar dia.

Ia tak bisa berlaku seperti orang normal. Tiap gerakan mencolok yang ia lakukan dapat menyebabkan rasa sakit yang mengerikan dan dapat menyebabkan otak terdorong keluar dari tengkorak, dan  herniate masuk ke dalam tulang belakang.
I
a baru menyadari kondisi yang dialaminya saat ia pingsan dari sekolah, akhir Maret lalu. Ia mengalami sakit kepala yang luar biasa. Setelah diperiksa melalui scan otak, barulah ia tahu ada bagian tertentu dari otaknya yang memiliki ukuran tidak wajar. Untuk mengontrol rasa sakit, ia harus meminum 50 pil sehari.

Pekerjaannya sebagai guru terpaksa harus ia tinggalkan agar kondisinya tidak memburuk. Carolyn akhirnya menjalani operasi pada 29 Juli. Ahli bedah 'membuang' sedikit bagian dari tulang belakang dan tengkorak seluas 2,5 cm persegi untuk membuat ruang lebih untuk ukuran otaknya.

Akibat operasi itu, ia kini mengalami alergi medis terhadap bagian yang digunakan untuk menutup lubang di tengkoraknya. Dia sekarang menderita insomnia ekstrim. Ia bisa tidak tidur selama 60 jam. Sebuah kantung cairan juga masih tersisa di tulang punggungnya. Ia memerlukan operasi lain untuk mengeringkan cairan tersebut agar hidup normal. "Saya hanya berharap ada operasi lain sehingga saya bisa tertawa tanpa ada resiko kematian," ujar dia. Yang dialami oleh Carolyn adalah kasus langka. Terjadi dengan perbandingan satu dari 1.000 orang.

***

Ya ampun serem ya? o.O

Tuhkan orang mah mau ketawa juga sakit kesiksa gimana gimana kasian woohh.. Eh banyak orang yang susah banget ketawa ya minimal senyum lah (_ _") apa hubungannya :p


Yaa intinya sih ayo ketawa sebelum ketawa itu menyusahkan hahaha :O

 AYO KETAWA!